Penyebab siswa tak menghargai gurunya dan solusinya..!

 36:19
Utusan-utusan itu berkata: "Kemalangan kamu adalah karena kamu sendiri. Apakah jika kamu diberi peringatan (kamu bernasib malang)? sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas". QS Yasiin 19.
Kank ,keluhan banyak siswa  bahwa guru ngajar tidak bersemangat  lantaran CTL ,Coul Tinggal Lungo (dilepas tinggal pergi )atau datang Duduk Diam pura pura sibuk ngerjakan tugas sendiri siswa dibiarkan rame atau dikasih tugas asal mereka diam....Jika sikap mental guru seperti ini apa yang bakal terjadi terhadap siswa kami..?
Seorang guru semestinya sadar bahwa sikap dan perilaku mereka menjadi acuan siswa dalam kegiatan belajarnya sekaligus pembentukan perilaku siswa.Jika perilaku guru tidak memiliki etos kerja maka tentu saja akan membuat siswanya demotivasi .
Pertama :seorang guru semestinya sadar bahwa prestasi dan daya serap siswa dalam belajarnya  sangat bergantung dari bagaimana guru bersangkutan memposisikan diri dimata siswa.Apakah guru hanya  ingin diposisikan datang sekedar absen atau benar benar tulus ingin mendidik siswa..hasil dari rasa hormat siswa kepada gurunya lebih banyak bergantung dan bagaimana  guru bersangkutan memposisikan diri sebagai seorang yang patut diteladani daripada sekedar menuruti emosi tak terkendali (tidak memiliki etos dan etika kerja).Cara guru memposisikan dalam  sikap mental dan perilaku   harus  dimantapkan sebelum  siap mengajar.
Kedua : Setiap guru harus mampu mengembangkan ketrampilan profesional dan pedagogiknya sehingga kelihatan kompeten dimata siswa terutama dalam hal penguasaan materi mata pelajaran.Seorang guru dengan kompetensi keilmuan yang memadai  adalah bagian dari  janji akan keterhadalannya dalam  mentransfer pengetahuan . ketrampilan ini  harus unik dan berdaya saing .Guru harus mampu memberi kesan positif manfaat kegiatan belajar.Kebanyakan para guru hanya sekedar mengajar tidak dapat memberikan kesan kemanfaatan terhadap  mata pelajaran yang diajarkan,bahkan guru bersangkutan tidak  menggunakan RPP sebagai acuan tujuan mengajarnya. Jika guru tidak dapat menjelaskan tujuan manfaat dari mata pelajaran yang diajarkan siswa akan mengalami demotivasi dalam belajarnya.
Ketiga ,Jika guru berperilaku seenaknya maka akan berdampak kepada persepsi dan rasa hormat siswa . Maka sikap  mental guru harus konsisten  terutama dalam mengasah personality dan self image  dan mampu memberikan inspirasi semangat belajar siswa. Guru harus menyadari  bahwa cara mereka mengajar dan berperilaku sering menciptakan persepsi siswa terhadap dirinya,bukan sebaliknya guru memaksa siswa menghormatinya agar bisa belajar. jika perilaku guru tidak baik  dan tidak diukai siswa berpengaruh terhadap respek siswa terhadap mata pelajaran yang diajarkan bahkan tidak tertarik untuk belajar lebih dalam . Inovasi pembelajaran adalah kuncinya .Seorang guru dapat menyesuaikan diri dengan trend perilaku siswa nya agar pembelajaran menjadi disukai dan menyenangkan serta rindu untuk belajar lebih dalam.
Keempat ,siswa tidak menyukai guru yang tidak respek kepada diri pribadi dan siswanya apalagi jika kemampuan nya hanya bisa mengeluh . Kebanyakan keluhan guru  lebih pada “curcol” curhat pribadi atau sekedar keluh kesah  yang tidak menyangkut aspek pengembangan diri siswa. Tidak jarang siswa hanya merupakan pelampiasan dari rasa kesal atas persoalan pribadinya .Karena itu guru harus mampu berpikir besar tentang arti dan perannya sebagai seorang guru.  Berpikir besar seorang guru adalah mampu mengejutkan siswa akan manfaat dari kegiatan belajar.hal terpenting adalah membuat siswa mau belajar lebih dalam terhadap guru bersangkutan dengan situasi yang menyenangkan jauh dari kesan rumit dan sulit. Ingat berpikir besar itu adalah hal sederhana ,namun seringkali yang sederhana membutuhkan seorang guru yang jenius.
Saat ini prestasi dan posisi guru dalam sorotan masyarakat luas terutama siswanya sendiri..

0 komentar: