Ular Kepala Kecil, Wujud Nyata Evolusi Makhluk Laut

Penulis : Fifi Dwi Pratiwi | Senin, 25 Maret 2013 | 15:30 WIB
Ular laut kepala kecil difoto di perairan Kepulauan 
ADELAIDE, KOMPAS.com — Beberapa spesies ular laut memiliki ukuran kepala yang jauh lebih kecil dibandingkan ukuran badannya. Perubahan ukuran kepala ini ternyata salah satu bentuk evolusi yang terjadi pada hewan reptil tersebut. Demikian menurut peneliti dari South Australian Museum.

Salah satu contoh ular laut yang memiliki kepala berukuran kecil adalah jenis ular laut leher ramping (slender-necked sea snake), Hydrophis melanocephalus.
Secara genetis, ular laut tersebut sangat mirip dengan ular laut belang biru, Hydrophis cyanocinctus. Meski secara genetis sangat mirip, morfologi kedua ular tersebut sangat berbeda.

“Ukuran ular laut leher ramping setengah kali lebih kecil daripada ular laut belang biru dengan ukuran kepala yang jauh lebih kecil,” kata Mike Lee, peneliti dari South Australian Museum, seperti dikutip Livescience, Kamis (21/3/2013).

“Temuan ini memberi kesan bahwa keduanya terpisah baru-baru ini dari spesies nenek moyang mereka dan perbedaan kenampakan mereka berevolusi secara cepat,” jelasnya.

Perubahan ukuran kepala ular laut menjadi lebih kecil, menurut peneliti, berkembang agar ular laut tersebut menjadi lebih efektif dalam mencari makan.

Umumnya, ular laut berkepala kecil merupakan pemangsa jenis eel burrows, yang suka bersembunyi di ruang sempit. Sementara sepupu mereka yang berkepala lebih besar cenderung memangsa belut yang bersembunyi di celah laut dan ikan Gobi.

Lalu, bagaimana evolusi yang menciptakan karakteristik tersebut?

“Salah satu kemungkinan yang terjadi adalah spesies nenek moyang ular laut ini memiliki kepala besar dan populasi ular itu berevolusi secara cepat agar bisa menangkap eel burrows, kemudian populasi ular berkepala kecil menghentikan perkawinan dengan ular berkepala besar,” tambah Lee.

“Evolusi yang cepat dalam konteks perbedaan ukuran kepala merupakan salah satu faktor yang berkontribusi pada ‘ledakan’ spesies pada jenis ular laut genus Hydrophis,” tulis Lee dalam artikel yang dipublikasikan dalam jurnal Molecular Ecology.
Ular laut leher ramping dan ular laut belang biru termasuk genus Hydrophis. Genus ini memiliki anggota spesies terbanyak dibandingkan genus ular laut lainnya dalam subfamili Hydrophiinae. Jumlah spesies yang termasuk genus ini mencapai 30 spesies dan kebanyakan spesies tersebut memiliki kepala berukuran kecil. Sementara pada genus ular laut lainnya seperti Aipysurus, Ephalophis, dan Hydrelaps, tidak ada satu pun spesies berevolusi memiliki kepala ukuran kecil.

Hal ini mengakibatkan keragaman dari genus-genus itu menjadi lebih rendah. Ketiga genus tersebut masing-masing hanya diwakili enam spesies.

Fakta lainnya yang diungkapkan oleh peneliti, kondisi microcephaly (kepala berukuran kecil) ini dalam pohon kekerabatan genus Hydrophis telah berevolusi sedikitnya pada delapan waktu yang berbeda. Evolusi itu terjadi selama proses diversifikasi mereka yang relatif cepat dalam kurun waktu 3,5 juta tahun.
 
Sumber :
Editor :
hastriad87

0 komentar: