Yusril Ihza Mahendra: Tambang Tidak Akan Mensejahterakan Masyarakat

[Monday, 15/04/2013; 06:10 a.m]
Yusril-Ihza-MahendraBAUBAU, SULTRA ONLINE
Potensi pertambangan yang dimiliki Provinsi Sulawesi Tenggara dinilai belum mampu membawa kesejahteraan masyarakat khususnya yang berada di sekitar areal tambang. Hal itu diungkapkan ahli tata negara Yusril Ihza Mahendra saat berkunjung di Kota Baubau Minggu, (14/4).
Menurutnya, berdasarkan fakta dari beberapa daerah yang memiliki kekayaan tambang,
wilayah tersebut justru menjadi area eksplorasi dan bukannya mensejahterakan masyarakat. Akan tetapi, kehadiran tambang justru merusak lingkungan sekitar.
"Saya mau mengingatkan semua pihak agar berhati-hati dengan aktifitas pertambangan yang dapat membawa dampak kerusakan lingkungan. Padahal,keindahan dan kelestarian alam di sekitar pulau Buton ini perlu dijaga dan dipelihara,"ungkapnya.
Yusril menerangkan berdasarkan sejarah, sejak zaman penjajahan Belanda pertambangan tidak pernah membawa masyarakat sejahtera. Diakuinya, aktifitas pertambangan justru membawa malapetaka berupa kemiskinan.
“Dari fakta-fakta yang terjadi di daerah lain, kita bisa mengatakan bahwa industri tambang tidak akan membawa rakyat sejahtera,” ujarnya.
Ketua Majelis Syuro PBB ini mencontohkan tanah kelahirannya di Bangka Belitung yang mengenal pertambangan sejak zaman Belanda sampai saat ini, aktifitas pertambangan justru membawa dampak serius bagi lingkungan serta hilangnya mata pencarian masyarakat.
"Di berbagai daerah, aktivitas industri pertambangan mengakibatkan berbagai masalah diantaranya hilangnya mata pencaharian penduduk yang bergantung pada alam, meningkatnya potensi konflik serta kelompok masyarakat yang terpaksa tersingkir dari tanah adat mereka,"terangnya. Dia berharap pemerintah perlu menata industri pertambangan dengan lebih baik terkait kebijakan sosial, politik dan ekonomi.
"Saya minta agar sektor pertambang perlu lebih diawasi guna menjaga keindahan
daerah dan masyarakat, " tandasnya.(ism/naz).

0 komentar: